"Wahai putriku, engkau telah berpisah dengan tempat kelahiranmu, engkau tinggalkan kehidupan yang telah lama membentukmu. Seandainya wanita tidak membutuhkan suami niscaya ibu bapaknya akan kaya karena kebutuhan hidupnya akan bisa terpenuhi, tetapi wanita diciptakan untuk laki-laki dan wanita adalah bagian dari laki-laki. Maka inilah pesanku :
Yang Ketiga dan Keempat : Buatlah mata dan hidungnya senang. Jangan sampai matanya memandangmu dalam keadaan jelek dan hidungnya mencium bau tak sedap darimu.
Yang Kelima dan Keenam : Perhatikan makan dan waktu tidurnya. Karena lapar bisa membangkitkan amarahnya. Begitu juga dengan mengusik tidurnya akan membuatnya marah.
Yang Ketujuh dan Kedelapan : Jagalah harta dan keluarganya. Karena memiliki harta adalah takdir yang bagus. Menyakiti keluarganya sama saja dengan menyakiti dirinya.
Yang Kesembilan dan Kesepuluh : Jangan membangkangnya dan jangan pula menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau membangkang perintahnya niscaya dia akan gelisah atau bahkan marah. Dan jika engkau sebarkan rahasianya niscaya dia tidak akan mempercayaimu lagi.
Putriku, jangan menampakkan kegembiraanmu di depan suamimu yang sedang sedih dan jangan pula menampakkan kesedihanmu di depannya di saat dia sedang gembira.
- di kutip dari buku La Tahzan-